Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2015

Fakta: Orang Bule Tinggi, Orang Indonesia Pendek. Kenapa?




Pada zaman dulu, orang Arab sering mengalahkan Orang Bule di Perang Salib.Jengis Khan sendiri sempat menaklukkan beberapa wilayah Eropa.

Pertanyaannya, bukankah orang Bule badannya tinggi besar, dan waktu itu senjata 'tercanggih' hanya lah panah? Dan para tentara jaman dulu dapat terlindung darinya, dengan  tameng atau baju besi.

Jelas, kalo adu fisik orang bule yang besar-besar, akan mudah mengalahkan lawannya yang kecil-kecil. Bayangin aja 180 vs 165 !

Ternyata, orang bule itu menjadi tinggi besar, bukan karena mereka memang ditakdirkan 'dari sono'nya bertubuh besar, sedang orang-orang Asia bertubuh kecil.  Ukuran besar badan orang bule yang sangat kontras dengan orang Asia, hanya terjadi satu abad ini !

Kalo tidak percaya, (jika ente punya goceng) pergilah ke musem-museum Eropa yang memamerkan baju2 perang dari abad2 pertengahan. Mungkin anda terkejut, klo pd umumnya ukuran baju2 tersebut sesuai dengan ukuran tubuh rata2 orang indonesia saat ini.

Menurut penelitian Timothy J. Hatton, Professor Ekonomi Universitas Essex, tinggi orang Eropa rata-rata naik 11 cm lebih tinggi dari nenek moyangnya dari satu abad lalu. Pada abad 19, tinggi rata-rata pria Eropa 167 cm. Bukan kategori tinggi jika dibandingin ornag Indonesia saat ini kan?

Maka, Hatton mengambil kesimpulan kalo pertumbuhan tinggi, dipengaruhi oleh tingkat kemakmuran. "Teori" dari Hatton ini seakan dapet dukungan penelitian laen, seperti rata-rata pemuda Korea Selatan, punya ukuran tinggi 12 cm di atas orang-orang korut berusia 40 tahun. Padahal dua korea itu bukan ras berbeda lho !

Karena gizi makanan menentukan perkembangan tinggi badan, maka Hatton nyatain, klo 'ukuran tinggi rata-rata' dapat dipake untuk ngukur tingkat kemakmuran sebuah negara. wow !

Mungkin hal ini bisa didukung atas  fakta bahwa negara paling 'miskin' di Eropa Barat adalah Portugal, dan orang portugal punya ukuran tubuh paling kecil di antara orang Eropa, yaitu rata-rata pria setinggi 'cuma' 172 cm. jadi, Christiano Ronaldo yg 185 cm ituh masuk golongan orang besar diantara bangsanya.

Orang Jepang dulu pendek-pendek,, tapi jaman sekarang tinggi rata-rata orang Jepang bertambah, dibandingin dengan orang-orang jepang jaman penjajahan, apalagi jepang di jaman Kenshin. :) 

Untuk kasus di Indonesia hal ini juga bisa dipraktekkan. Kalo tak percaya, coba ukur rata-rata tinggi orang yang naek bus ekonomi, lalu bandingin dengan rata-rata orang yang naek kereta api eksekutif atau pesawat komersial.

Selasa, 20 Januari 2015

Fakta : Tertawa Berlebihan Bisa Sebabkan Kematian



Segala hal yang berlebihan itu tidak baek. Dalam bahasa agamanya disebut dengan orang2 'musrif', sedang bahasa gaulnya disebut dengan 'lebay'. Makanya, dlm agama dianjurkan utk bersikap wajar atau tawasuth.

Tertawa itu emang sehat asal dilakukan secukupnya. Karena tertawa akan menghasilkan hormon endorphin yang bermanfaat bagi kesehatan, bahkan beberapa klinik di Barat menerapkan methode tertawa untuk mengobati pasiennya. 

Sejarah terlama yang terekam tentang meninggal akibat tertawa adalah tentang meninggalnya filsuf Chrysippus. Ia tertawa terpingkal-pingkal, saat ia melihat keledainya mabuk karena diberi minuman keras. setidaknya terdapat Puluhan kasus, baik terjadi di luar negeri maupun dalam negeri, terdapat orang yang meninggal akibat tertawa terbahak-bahak.

Kenapa bisa nyebabin kematian? Karena perasaan yang hebat, akan memicu adrenalin, yang pada akhirnya dapat memompa darah lebih cepat,  irama jantung menjadi tidak normal, tidak teratur, pada akhirnya tidak terkontrol hingga mengalami penyumbatan, sehingga kesulitan bernafas. Pada titik klimaksnya akan mengalami kematian. Jadi dapat dipastikan, mereka meninggal karena salah satu jenis gangguan jantung.


Senin, 19 Januari 2015

Fakta: Rokok Mentol Ternyata Lebih Berbahaya daripada Rokok Biasa



Rokok mentol cukup banyak digemari karena adanya rasa mint yang membuatnya tidak terlalu keras dibanding rokok biasa. Namun, berdasarkan sebuah penelitian, rokok mentol justru bisa menyebabkan masalah paru-paru yang lebih parah dibanding rokok biasa.

Banyak dari mereka yang dirawat di rumah sakit karena penyakit paru-paru ini. Mereka mengalami kesulitan bernapas dan banyaknya lendir selama berhari-hari.

Para peneliti menduga mentol memiliki efek anestesi pada saluran udara sehingga lebih sulit untuk mengidentifikasi penyakit paru-paru pada perokok.

"Kami terkejut bahwa perokok mentol bisa lebih buruk dibandingkan dengan perokok non-mentol," ujar Marilyn Foreman dari Morehouse School of Medicine di Atlanta.

Rokok mentol banyak digemari oleh orang muda. Peneliti Kanada menemukan, orang muda yang memilih rokok mentol berjumlah hampir dua kali lipat dari rokok biasa. Dalam studi ini, mereka rata-rata menghabiskan 43 batang rokok mentol dalam seminggu, sedangkan rokok biasa sebanyak 26 batang.

Dengan sensasi dingin di mulut dan terasa tidak terlalu keras seperti rokok biasa, perokok mentol dinilai lebih sulit untuk berniat berhenti merokok. Mereka akan kecanduan merokok mentol dan justru ingin terus mencobanya pada tahun berikutnya.

Foreman dan rekan-rekannya meneliti 3.758 perokok mentol dan 1.941 perokok biasa. Mereka berusia 45 hingga 80 tahun dan merokok sedikitnya 10 bungkus per tahun. Para perokok mentol kebanyakan seorang perempuan muda dan berkulit hitam.

Pada tahap awal penelitian, para perokok mentol tidak tampak menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Mereka juga cenderung tidak mengalami batuk kronis, berlendir, dan menggunakan obat-obatan untuk membantu pernapasan.

Pada penelitian selama 18 bulan, perokok mentol dan non-mentol memiliki frekuensi yang sama terhadap PPOK. Namun, perokok mentol mengalami eksaserbasi lebih parah, yaitu 0,22 persen tahun, dibandingkan perokok biasa, yaitu 0,18 persen per tahun.

Saat dites berjalan selama enam menit, para perokok mentol juga lebih buruk dibanding perokok biasa. Mereka juga merasa lebih sesak napas. Perokok mentol berisiko 29 persen lebih tinggi mengalami eksaserbasi penyakit paru-paru yang parah.

(Sumber : Health Kompas)

Jumat, 16 Januari 2015

Penjelasan Tidur Seperti Ditindih Setan / Hantu!




Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? dont worry, anda tidak sedang diganggu makhluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya. Pada saat mengalami ini biasanya kita akan sulit sekali bergerak dan kemudian ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh.

Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali,biasanya disertai juga dengan munculnya bayangan kegelapan. Hal inilah yang diasumsikan “ketindihan” makhluk halus orang sebagian besar orang.

Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh).

Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit.

Ganguan Saat TidurYang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis. Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien.

Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Apa Benar Es Bisa Buat Orang Jadi Gendut??




Pertanyaan ini sangat menarik dan sangat sering dipertanyakan oleh banyak orang yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badannya. Banyak asumsi bahwa lemak akan membeku apabila terkena air es.

Banyak contoh yang terjadi ketika makanan mulai dingin dan lemaknya mulai keliatan menggumpal, apalagi kalau disimpan di lemari es. Banyak hal tersebut membuat informasi ini semakin menyebar tanpa adanya keterangan yang memadai.

Satu hal yang sering saya katakan, bagi yang percaya bahwa air es membekukan lemak, adalah bahwa mereka tidak bisa membedakan kulkas dengan perut manusia. Es batu, ditaruh di suhu ruangan saja, dengan temperature 20C, akan meleleh. Mana mungkin yang sebongkah es saja tidak mampu mempertahankan bentuknya sebagai es batu, malah bisa membuat zat lain membeku?

Pertanyaannya adalah, apakah ketika es/air dingin tersebut dimasukkan ke dalam perut manusia, dengan suhu 37C (jauh lebih panas daripada suhu ruangan) masih bisa membekukan lemak?

Kita lihat dari sudut pandang ilmiahnya, ketika kita minum air es, dan setelah itu kita buang air kecil. Apakah urine kita tetap dingin? Atau berubah menjadi hangat? Tentu urine kita akan menjadi hangat kan, yang berarti tubuh akan menghangatkan air es/dingin yang masuk ke badan kita sebelumnya (bukan air es tersebut membekukan lemak di tubuh kita).
Sekarang kita sedikit bermain dengan logika sederhana.

    Air es misalnya kita anggap suhunya 0C
    Suhu tubuh kita adalah 37C
    Dibutuhkan 1 kalori untuk meningkatkan suhu 1gram air sebesar 1C
    Misalnya kita minum 400 gram air atau 400ml

Misalnya kita meminum 400ml air es dan badan kita harus meningkatkan suhunya dari 0C ke 37C, maka tubuh butuh membakar kalori sebesar 14,800 kalori. Atau dalam satuan Kalori yang kita biasa kenal, kita membakar 14.8 Kalori.